Selasa, 07 November 2017

Ilham's

Hari itu aku tidak bisa mengingat dengan pasti tanggal dan jamnya dimana untuk pertama kalinya aku melihatmu dengan seragam kuning dan kacamata bulatmu, kau bertanya 'kak disini booth story telling?' Pertanyaan pertamamu, tidak ada senyum pagi itu hanya muka datarmu. Aku tidak pernah menyangka hanya butuh 2 hari bagimu untuk bisa mencuri perhatianku, tapi tak ku pungkiri sebulan untuk memantapkan hatiku untuk akhirnya aku berani melangkah dan memulai harapan baru bersamamu, denganmu. Dan hanya butuh waktu kurang dari 6 bulan bagimu untuk mendapatkan seluruh hati dan fikiranku yang pada akhirnya kau tinggalkan dengan rasa sakit dan rasa cinta yang lebih besar dari rasa sakit. Berat untukku mencoba hidup setelah kau tinggalkan aku, untuk bernafas saja aku tersengal-sengal, aku bertanya dalam diriku apakah kau merasa sulit juga untuk hidup tanpaku ? Adakah rasa rindumu sebesar rinduku padamu ? Adakah rasa cintamu sebesar rasa cintaku ? Adakah namaku di doa-doamu seperti namamu yang selalu terpaut di doaku ?
Ku pernah memintamu untuk kembali lalu apa jawabmu kau bilang kau tak pantas untukku, kembali aku bertanya siapa yang tidak pantas untuk siapa ? Yang kuyakini adalah aku tidak mampu berjuang sendiri untuk kita tapi aku juga tidak bisa membuatmu ikut berjuang karena bagimu tidak ada lagi kita.
Kau bilang asal bahagia, tahukah kau saat ini bahagiaku adalah dirimu
Percayakah kau walau kau tak bersamaku, bukan untukku, tak bisa kusentuhmu, tak bisa ku peluk, tak bisa ku cium, hanya sekedar melihatmu dari jauh bahkan sekedar mengetahui kau masih ada di dunia adalah kebahagiaanku Muhammad Ilham.